Istana Kerajaan Korea – simbol indah kekuatan dan pengabdian

Royal Palaces of Korea – beautiful symbols of strength and service

Sebagai kediaman sekaligus pusat politik raja-raja Korea, istana-istana tradisional merupakan contoh megah estetika indah budaya tradisional Korea.


<Istana Gyeongbokgung, istana kerajaan Dinasti Joseon di jantung kota Seoul.>

Istana, cerminan kapasitas sejarah dan budaya suatu era

Di manakah tempat terbaik untuk memahami budaya suatu negara? Pikirkan situs wisata yang kerap dikunjungi orang saat bepergian ke negara lain. Salah satu tempat pertama yang terlintas adalah istana-istana besar dunia, seperti Kastel Warwick di Britania Raya, Versailles di Prancis, Kastel Osaka di Jepang, dan Kota Terlarang di Tiongkok. Hal yang sama berlaku untuk Korea: sebagai peninggalan sejarah dan budaya negara yang masih bertahan, istana-istana Seoul wajib dikunjungi wisatawan.

<Pemandangan panorama musim gugur Istana Deoksugung yang dikelilingi gedung pencakar langit modern dan Gunung Inwangsan di pusat Seoul>

Dengan sejarah yang kaya selama lebih dari 600 tahun, Seoul merupakan ikon sebuah era beserta budayanya. Istana-istana tradisional yang masih berdiri di wilayahnya telah menjadi saksi banyak momen bersejarah.


<Geunjeongjeon adalah bangunan utama Istana Gyeongbokgung, tempat upacara kenegaraan penting diselenggarakan dan utusan asing disambut. Saat ini, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.>

Istana Gyeongbokgung, yang dibangun pada tahun 1395 dan terletak di Sejong-ro, Seoul, adalah istana resmi Dinasti Joseon. Setelah terbakar habis selama Invasi Imjin, istana ini dibangun kembali pada tahun 1867 oleh Heungseon Daewongun, ayah dari salah satu raja terakhir Dinasti Joseon. Di dalamnya terdapat banyak pusaka nasional, termasuk Gerbang Geoncheonmun, pagoda batu sepuluh tingkat dari Kuil Gyeongcheonsa, Geunjeongjeon, Jagyeongjeon, Gyeonghoeru, Sajeongjeon, Gwanghwamun, dan stupa peringatan dari Kuil Beopcheonsa.


<Paviliun Hyangwonjeong yang terpantul di kolam tenang di tengah semarak dedaunan musim gugur di Istana Gyeongbokgung>

Istana Changdeokgung terletak di Waryong-dong, Seoul. Dibangun pada tahun 1405, istana ini merupakan yang paling terawat dari lima istana Dinasti Joseon, sehingga ditetapkan sebagai warisan budaya dunia UNESCO pada tahun 1996. Di tempat ini terdapat Donhwamun, menara gerbang tertua di Seoul, serta Injeongjeon, Daejojeon, Seonjeongjeon, dan Biwon (juga dikenal sebagai Taman Rahasia). Terdapat beberapa istana tradisional lain di Seoul dengan sejarah panjang, termasuk Istana Deoksugung di Jeong-dong dan Istana Gyeonghuigung (hanya tiga bangunannya yang tersisa), yang dibangun pada tahun 1617.

<Kemegahan Arsitektur: Perspektif dari ketinggian atas Aula Takhta Utama (Geunjeongjeon) dan kompleks Paviliun Gyeonghoeru di Istana Gyeongbokgung>

<Istana Terapung: Pantulan megah Paviliun Gyeonghoeru di antara awan dan air di Istana Gyeongbokgung>

Perwujudan cita-cita politik Konfusianisme melalui arsitektur

Istana-istana Dinasti Joseon dipenuhi estetika indah budaya tradisional Korea. Istana merupakan tempat raja dan para pejabatnya membahas urusan negara, sekaligus tempat raja, ratu, dan banyak pelayan istana tinggal. Istana adalah ruang yang multifaset, penuh ornamen dan struktur yang kaya makna simbolis. Sesuai dengan posisinya secara fisik maupun ideologis sebagai pusat politik, arsitektur istana berupaya mewujudkan cita-cita politik dinasti melalui ornamen dan struktur yang merepresentasikan kewibawaan takhta. Karena istana juga merupakan kediaman tempat orang-orang “nyata” benar-benar hidup, di seluruh bagiannya terdapat dekorasi yang mewakili segala harapan dan imajinasi manusia, serta struktur yang dimaksudkan untuk menjadikannya ruang yang lebih ramah dan menarik. Dekorasi istana, yang ditempatkan berdasarkan karakteristik ruang istana, mengungkap hakikat cita-cita politik Dinasti Joseon dan jenis kehidupan yang diimpikannya bagi rakyatnya. Patung, lukisan, desain, dan bangunan yang melambangkan serta merepresentasikan nilai dan kewibawaan Dinasti Joseon memuat harapan kuat masyarakat Korea kuno untuk mewujudkan monarki yang kokoh, yang benar-benar menghormati dan melayani rakyatnya.

<Upacara Pergantian Pengawal Kerajaan di Istana Gyeongbokgung. Para pengawal yang mengenakan seragam warna-warni era Joseon memperagakan kembali upacara tradisional di depan Gerbang Heungnyemun.>

Jenis Bangunan Gambar Deskripsi
Jeon Sebagai jenis bangunan terbesar dan tertinggi dalam istana kerajaan tradisional Korea, jeon juga memiliki kedudukan paling penting. Bangunan yang menyandang sebutan ini umumnya merupakan kediaman raja, ratu, ibu suri, dan para tetua keluarga kerajaan.
Contoh: Geunjeongjeon, Gangnyeongjeon, Gyotaejeon, Jagyeongjeon
Geunjeongjeon, Gyeongbokgung
Dang Berukuran mirip dengan jeon, dang memiliki tingkat kepentingan satu tingkat lebih rendah. Jika jeon memiliki sifat resmi dan formal, dang digunakan untuk keperluan yang lebih privat—biasanya sebagai bangunan tambahan pada jeon atau bangunan utama di area pendukung.
Contoh: Yanghwadang, Heejeongdang, Myeongryundang
Heejeongdang, Changdeokgung
Hap/Gak Meskipun tidak berlaku untuk semua kasus, jenis bangunan ini biasanya merupakan bangunan tambahan atau menjalankan peran pendukung bagi jeon atau dang.
Contoh: Yangjeonghap, Ilsinhap, Gyujanggak, Dongsipjagagak, Gonryeonghap
Gyujanggak, Changdeokgung
Jae/Heon Sebutan ini disematkan pada kediaman anggota keluarga kerajaan non-inti yang tinggal di luar kompleks istana itu sendiri atau pejabat tingkat tinggi di istana kerajaan. Jae digunakan untuk ruang hunian, sedangkan heon digunakan dalam penamaan kantor yang menjalankan fungsi kenegaraan.
Contoh: Nakseonjae, Jipokjae, Yeongchunheon, Jeonggwanheon
Nakseonjae, Changdeokgung
Ru Sebagai bangunan yang didirikan tinggi di atas tanah dengan maru (lantai kayu terbuka) seperti wondumak (gubuk tradisional yang ditopang tiang panggung dan tanpa dinding) untuk ventilasi yang baik serta menghindari kelembapan berlebih, ru digunakan untuk beristirahat dan menikmati waktu luang.
Contoh: Gyeonghoeru, Gwanghanru, Yongmuru
Gyeonghoeru, Gyeongbokgung
Jeong Jeong adalah bangunan bergaya paviliun yang digunakan sebagai ruang untuk beristirahat atau menyelenggarakan perjamuan. Memiliki fungsi dan tujuan yang mirip dengan ru, jeong berukuran lebih kecil dan digunakan untuk acara pribadi, sedangkan ru berukuran lebih besar dan terutama digunakan untuk kegiatan resmi kenegaraan.
Contoh: Hyangwonjeong, Cheonguijeong, Sayangjeong, dll.
Hyangwonjeong, Gyeongbokgung

<Ciri-ciri arsitektur istana Korea kuno.>


<Nakseonjae, sebuah bangunan di Istana Changdeokgung yang dibangun pada tahun 1847 (tahun ke-13 pemerintahan Raja Heonjong).>


<Hyangwonjeong, sebuah paviliun di Kolam Hyangwonji, yang terletak di bagian utara Istana Gyeongbokgung.>

Gaya dan keanggunan hidup

Istana-istana Korea pada awalnya dirancang sebagai dunia simbolis ideologi politik Konfusianisme. Namun, istana-istana tersebut juga menyimpan jejak estetika dan kepekaan khas Korea. Istana dihias sebagai suaka yang tenang dengan rancangan sederhana dan murni yang dicintai oleh masyarakat Korea. Identitas Gyeonghoeru, salah satu elemen representatif Istana Gyeongbokgung, tampak jelas melalui kolam tempatnya berada serta tiga pulau buatan di kolam tersebut. Ketiga pulau itu merepresentasikan tiga gunung legendaris dalam Taoisme Tiongkok, dengan Gyeonghoeru dibangun di pulau terbesar. Karena itu, Gyeonghoeru merupakan "dunia pertapa" pribadi istana, tempat raja dan para pejabatnya dapat berpura-pura menjadi pertapa yang bebas dari kepedulian duniawi.


<Gyeonghoeru, yang dibangun di kolam barat laut Geunjeongjeon di Istana Gyeongbokgung, merupakan tempat penyelenggaraan perjamuan bagi utusan asing atau perayaan nasional.>


<Japsang menghiasi atap Gyeonghoeru. Japsang adalah figur pertapa, biksu Buddha, sosok-sosok berpenampilan unik, dan makhluk monster. Figur-figur ini berfungsi sekaligus sebagai ornamen dan penjaga bangunan.>


<Genteng Gyeonghoeru yang dihiasi naga dan burung phoenix, simbol raja.>

Batu-batu berbentuk unik, pot batu, serta kolam batu mengubah ruang hunian biasa menjadi tempat yang menyerupai lukisan lanskap. Juryeon, yaitu papan kayu atau kertas bertuliskan bait puisi atau kalimat puitis yang digantung pada pilar, merupakan “lukisan puisi” yang memperkuat suasana sentimental dan meningkatkan wibawa bangunan. Yeongyeongdang, Nakseonjae, Hanjeongdang, dan paviliun Taman Rahasia di Istana Changdeokgung terkenal karena keindahannya yang berlapis. Terjemahan tersedia untuk juryeon di setiap bangunan, sehingga memberi wisatawan kesempatan istimewa untuk merasakan kehalusan sastra masyarakat Korea kuno.


<Paviliun Juhapru dan Kolam Buyongji, dipenuhi bunga teratai, di dalam Istana Changdeokgung.>

Hiasan pada dinding bata menjadikan ruang hunian lebih indah dan sarat makna. Dinding bata terdapat di seluruh area istana, mulai dari kediaman ibu suri hingga ruang terbuka, tempat putra mahkota membaca atau beristirahat, bahkan di area hunian para dayang istana. Dinding bata Jagyeongjeon di Istana Gyeongbokgung terkenal bukan hanya karena keindahan halus motif bunganya, tetapi juga karena harapan yang sangat manusiawi yang diwakilinya. Dinding bata kediaman ratu di Istana Changdeokgung dihiasi aksara Tionghoa untuk “pria”, yang sekilas tampak tidak selaras dengan suasana agung istana. Penggunaan motif ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perempuan keluarga kerajaan untuk melahirkan putra.


<Dinding bunga yang indah di Jagyeongjeon, Istana Gyeongbokgung.>

Desain cerobong berperan penting dalam mengubah suasana taman belakang bangunan istana dari gelap dan suram menjadi cerah dan nyaman. Motif yang digunakan umumnya berupa sepuluh simbol tradisional umur panjang, simbol keberuntungan seperti kelelawar, bangau, bintang laut, atau topeng setan, maupun aksara Tionghoa yang melambangkan doa untuk kebahagiaan, umur panjang, kekayaan, kedamaian, dan kesehatan. Seluruh desain tersebut merepresentasikan hasrat dasar manusia untuk menjalani hidup yang bermakna dan sejahtera.


<Cerobong Istana Changdeokgung yang dihiasi aksara Tionghoa bermakna umur panjang.>

* Foto atas izin Korea Tourism Organization dan Cultural Heritage Administration of Korea.