Para empu perajin memahat teks-teks Buddhis pada balok kayu hampir 800 tahun yang lalu. Balok-balok tersebut telah terpelihara dengan luar biasa, dan berada dalam kondisi nyaris sempurna.



Kuil Haeinsa di Gunung Kaya menjadi tempat bagi Tripitaka Koreana, koleksi teks Buddhis terlengkap di dunia. Teks-teks ini dipahat dengan luar biasa pada 80.000 balok kayu hampir 800 tahun yang lalu pada masa Dinasti Goryeo, antara tahun 1237 dan 1248. Bangunan Janggyeong Pangeon didirikan pada abad ke-15 untuk menyimpan balok-balok kayu tersebut. Sebagai tempat penyimpanan Tripitaka tertua, Janggyeong Pangeon memperlihatkan penguasaan yang menakjubkan atas penemuan dan penerapan teknik konservasi yang digunakan untuk melestarikan karya seni luar biasa ini.

Komite Warisan Dunia mencantumkan situs ini dalam Daftar Warisan Dunia karena Tripitaka Koreana merupakan salah satu kumpulan teks doktrinal Buddhis terpenting dan terlengkap di dunia. Selain itu, bangunan-bangunan tempat kitab suci tersebut disimpan sangat luar biasa karena telah melestarikan teks-teks kayu kuno ini dari kerusakan dan kehancuran akibat usia, kondisi lingkungan dan cuaca, serangga, dan sebagainya.


Meskipun hampir 800 tahun telah berlalu sejak Tripitaka Koreana diukir, balok-balok kayu tempat teks-teks tersebut dipahat masih berada dalam kondisi nyaris sempurna. Balok-balok kayu dan kata-kata yang diukir dengan cermat serta penuh pengabdian di atasnya mencerminkan keunggulan keterampilan para perajinnya.


<Rumah Balok Kayu Tripitaka Koreana>

<Dinding Depan Rumah Balok Kayu Tripitaka Koreana>

<Dinding Belakang Rumah Balok Kayu Tripitaka Koreana>
Pengukiran naskah-naskah Buddhis pada balok kayu merupakan contoh tertua di dunia dari jenis karya seni ini. Oleh karena itu, ajaran-ajaran ini merupakan contoh yang luar biasa dari kebijaksanaan dan pengetahuan Buddhis.

Pada saat yang sama, Tripitaka Koreana telah sangat memengaruhi perkembangan awal percetakan dan penerbitan di seluruh dunia. Dengan demikian, Tripitaka Koreana menjadi teladan cemerlang bagi budaya Dinasti Goryeo sekaligus sejarah Buddhis, yang keduanya telah mencerahkan dunia.
<Pagoda batu di halaman Kuil Haeinsa.>

<Gerbang Bulan Rumah Balok Kayu Tripitaka Koreana>

<Bagian Dalam Rumah Balok Kayu Tripitaka Koreana>
* Foto atas izin Kuil Haeinsa dan Organisasi Pariwisata Korea.